Mode Gelap
Artikel teks besar

Kades Kemuninglor Keluhkan Jalan Rusak dan Ambulans Desa di Hadapan Bupati Jember

Bunga Desaku Bupati Ngantor di Desa dan Kelurahan bertajuk Sarasehan RT/RW bersama Bupati Jember, Muhammad Fawait, Jumat malam (29/8/2025).


Jember (Warta Rakyat) – Kepala Desa Kemuninglor, Budi Haryanto, menyampaikan sejumlah keluhan warga terkait infrastruktur jalan dan layanan ambulans desa saat menghadiri acara Bunga Desaku Bupati Ngantor di Desa dan Kelurahan bertajuk Sarasehan RT/RW bersama Bupati Jember, Muhammad Fawait, Jumat malam (29/8/2025). Acara tersebut berlangsung di area parkir Wisata Rembangan dengan tenda besar dan dihadiri sejumlah pejabat OPD, camat, serta kepala desa.

Dalam forum tersebut, Bupati Jember terlihat antusias menjawab berbagai keluhan dari kepala desa dan perwakilan RT/RW. Salah satu keluhan penting datang dari Kades Kemuninglor terkait kondisi jalan Baratan–Rembangan yang rawan kecelakaan.

“Gus, jalur Baratan–Rembangan sudah sering Gus lewati. Kami harap saat rombongan Gus melintas, jangan terlalu ke kiri ketika melewati RT 001 RW 009 Dusun Rayap. Di sana ada pagar yang dekat dengan jurang longsor sedalam kurang lebih 40 meter, tepatnya di depan Villa Koang. Kondisinya sangat rawan dan berbahaya jika dilalui,” ujar Budi.

Selain itu, Budi menyebutkan ruas jalan Baratan–Rembangan juga ada beberapa yang mengalami kerusakan sepanjang kurang lebih 6 kilometer. Ia meminta kepada Bupati Jember segera memberikan perhatian lebih terhadap kondisi jalan tersebut.

Keluhan lain yang disampaikan adalah terkait layanan ambulans desa. Menurut Budi, banyak warga yang merasa aturan penggunaan ambulans terlalu membatasi sehingga menimbulkan keluhan di masyarakat.

“Banyak warga yang merasa penggunaan ambulans desa kurang maksimal. Kalau ambulans itu atas nama desa, seharusnya bisa dipakai warga tanpa banyak pembatasan aturan,” tegasnya.

Menanggapi hal itu, Bupati Jember Muhammad Fawait atau akrab disapa Gus Fawait, langsung merespons dengan melemparkan opsi pengelolaan ambulans ke pemerintah desa.

“Bagaimana kalau pengelolaan ambulans diserahkan langsung ke desa?” kata Gus Fawait yang kemudian disambut tepuk tangan para hadirin.

Budi pun menanggapi, “Kalau memang diserahkan ke desa, pasti akan lebih mudah dijalankan oleh Desa sesuai kebutuhan warga.”

Di akhir penyampaiannya, Budi menegaskan bahwa dua hal tersebut, kondisi jalan dan ambulans desa, merupakan keluhan paling mendesak dari warga Kemuninglor.

“Itu saja keluhan yang paling urgent dari masyarakat Desa Kemuninglor. Nanti keluhan lainnya bisa diteruskan oleh para RT/RW,” pungkasnya. (Ruk)